Kisah Sedih Driver Ojek Online Korban Tabrak Lari, Terbaring di Peti Bersama Helm Hijau Kebanggaan



Sungguh malang nasib driver ojek online yang satu ini.
Karena kejadian yang menimpa dirinya, para ojek online sampai bersatu padu untuk menolong dirinya dan menyebarkan beritanya.
Dilihat dari akun Facebook bernama Panji Vidiantoro, ia membagikan dua foto dari seorang pria.
Pria itu bernama Handy Tjandra Sasmita, yang tinggal di daerah Tangerang.
Sehari-hari-harinya, ia bekerja sebagai ojek online GoJek hingga pada tanggal 22 Desember lalu, sesuatu yang buruk terjadi padanya.
Hari itulah menjadi hari terakhir ia bekerja sebagai ojek online.
Kejadian tersebut terjadi pada pukul 20.29 WIB di depan lampu merah Mall Alam Sutera.
Handy ditabrak oleh seorang pengendara mobil yang tak bertanggung jawab.
Setelah menabrak Handy, ia kabur begitu saja.
Padahal saat itu, Handy sedang mengantarkan sebuah pesanan makanan ke rumah pemesannya.
Mobil putih tersebut sempat terekam CCTV, namun tak terlihat plat kendaraannya.
Berdasarkan CCTV itu pula, mobil tersebut masuk dari arah Serpong Bundaran Alam Sutera kemudian berbelok ke Pasar Delapan dan IKEA kemudian masuk Tol Jakarta.
Tanggal 24 Desember, Handy kritis dan dirawat di ICU RSUD Kota Tangerang.
Tapi tanggal 4 Januari kemarin, Handy meninggal dunia.
Ia meninggalkan seorang istri dan 2 orang anak yang masih kecil.
Dan sampai saat ini, pelaku tersebut belum ditemukan.
Handy sendiri sudah dimakamkan.
Melihat hal ini, para pengemudi ojek online tersebut bahu-membahu untuk menemukan si pelaku.
Mereka memberikan sebuah nomor atas nama BILLY KURNIAWAN (081212370112) jika siapa pun bisa membantu untuk masalah ini.
Hipnotis
Niat antar penumpang dari Sukaraja Kabupaten Bogor ke Puncak, tukang ojek ini dikabarkan tak bisa pulang.
Tukang ojek tersebut dikabarkan berada di perbatasan Cianjur, dan tdan t
ak memiliki ongkos untuk pulang.
Anaknya yang menerima kabar itu panik, lantaran motor matic yang baru saja lunas hilang dibawa penumpang.
Kabar itu menimpa seorang warga Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Ujil (45).
Ujil yang berprofesi sebagai tukang ojek siang tadi mendapat orderan saat dirinya mangkal di Simpang Hotel Haris, Desa Cipambuan, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Menurut teman Ujil, Idris (49) saat itu datang seorang pria ke tempat pangkalan ojeknya dan minta diantar ke kawasan Puncak.
Sebelum berangkat, pria yang mengaku bekerja di salah satu desa di wilayah Babakan Madang itu sempat berbicara panjang lebar dengan korban.
“Wajahnya memang asing, tapi kayanya akrab banget sama teman saya itu. Malahan sampai numpang ngecas hp disini,” tutur lelaki yang sudah puluhan tahun menjadi tukang ojeg pangkalan itu kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (6/1/2017).
Kemudian, korban pamit untuk mengantarkan penumpangnya itu ke kawasan Puncak dengan ongkos ojeg Rp 150 ribu.
“Alasannya orang itu mau jemput anaknya di Puncak, terus balik lagi ke sini,” kata dia.
Selang beberapa lama, Idris dan teman-temannya di pangkalan kaget saat anak Ujil datang dang d
an memberi kabar bahwa sepeda motor honda beat putih yang baru saja lunas milik temannya itu hilang.
“Tadi kami disini dikabarin sama anaknya, katanya motor ayahnya hilang dibawa orang. Terus dia (ujil,red) ditinggalin di jalan perbatasan Cianjur dan engga punya ongkos buat pulang,” terangnya.
Dia menduga, Ujil ini menjadi korban hipnotis seperti yang pernah dialami oleh beberapa temannya dulu.
“Udah sering disini mah, waktu itu teman saya abis dikasih makan terus motornya hilang. Ada lagi yang motornya ditukar sama kaleng biskuit,” ungkapnya.
Sementara itu, Panit Reskrim Polsek Babakan Madang, Ipda Didin Komarudin mengaku belum menerima laporan terkait tukang ojeg yang terkena hipnotis itu.
“Saya belum terima laporannya, nanti saya cek dulu yah,” ujarnya saat dikonfirmasi